Sembelit atau bahasa umumnya susah buang air besar adalah masalah pencernaan yang paling sering dialami oleh 80% manusia. Sembelit ini disebabkan oleh adanya gangguan pada pergerakan saluran cerna bawah sehingga menimbulkan kesulitan ketika buang air besar. Penyebab gangguan pergerakan saluran cerna ini bermacam-macam, bisa karena metabolisme pencernaan yang tidak sempurna, diet yang tidak seimbang, kurang mengkonsumsi air, panas dalam, stres, pengaruh hormon, dan juga aktivitas yang sangat padat.
Sembelit ini tidak bisa dianggap remeh karena jika dibiarkan dapat berkembang menjadi komplikasi seperti wasir, prolapsus rektum (bagian dalam poros usus keluar dari dubur), atau robeknya saluran dubur yang menyebabkan rasa nyeri.
Banyak sekali ahli yang meyakini bahwa sembelit ini lebih sering disebabkan kurangnya konsumsi air per hari nya sehingga feses mengalami pengerasan. Akan tetapi penelitian yang dilakukan oleh Robert D. Linderman dan timnya dari University of New Mexico, Albuquerque, justru menjelaskan bahwa tidak ada korelasi antara sembelit kronik dan kurangnya asupan cairan. Penelitian ini juga ditegaskan oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh Profesor Stefan A. Muller-Lissner dari Humboltd University Berlin, bahwa konsistensi kotoran tidak bisa dimanipulasi dengan peningkatan asupan cairan ke dalam tubuh. Akibatnya, muncul alternatif solusi mengatasi sembelit dengan menggunakan obat sembelit atau pencahar. Namun, pencahar memiliki efek samping menguras cairan dalam tubuh yang dikhawatirkan akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh. Jadi, bila mengalami sembelit wajib memeriksakan diri ke dokter.
Berikut ini adalah tips untuk mengatasi sembelit :
1. Jangan menunda buang air besar karena akan berdampak pada gangguan pergerakan saluran cerna bawah,
2. Konsumsi banyak air, sekurang-kurangnya delapan gelas atau 2 liter per harinya,
3. Buang air besar secara rutin dalam waktu yang tetap, misalnya saat mandi pagi,
4. Berolahraga atau aktif bergerak agar tubuh membakar kalori dan memperlancar sirkulasi darah sehingga potensi gangguan pencernaan pun berkurang,
5. Mengkonsumsi makanan berserat,
Jumlah serat pangan yang dianjurkan untuk dikonsumsi orang dewasa adalah 20-35 g/hari atau 10-15 g/1000 kilokalori menu. Makanan berserat terdiri dari dua jenis yaitu serat larut air dan serat tidak larut air. Serat larut air berfungsi untuk menyerap lemak dan kolesterol. Contoh serat larut air adalah gum dan pektin yang terdapat pada kulit jeruk dan apel. Sementara serat tidak larut air untuk mengatasi konstipasi yang bisa membantu memudahkan proses buang air besar. Contoh serat tidak larut air adalah kulit gandum,biji-bijian, sayuran, dan kacang-kacangan.
6. Mengkonsumsi minuman yang mengandung prebiotik dan probiotik.
Sumber : Media Indonesia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar