kumpulan lapak bisnis dan informasi kesehatan ala mahasiswa

Tampilkan postingan dengan label Pojok Kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pojok Kampus. Tampilkan semua postingan

Salah satu kelompok masyarakat yang menjadi sasaran penyebaran software bajakan mungkin mahasiswa. Karena itu survei terakhir yang dilakukan Business Software Alliance (BSA) mencoba mengamati alasan di balik penggunaan software bajakan di kalangan mahasiswa.
Dari 400 orang mahasiswa yang disurvei BSA awal bulan ini, sekitar 60 persen mengatakan mengetahui situs Internet mana saja yang menyediakan software bajakan atau menjual dengan harga miring. Sekitar 30 persen di antaranya bahkan sudah berencana mencari software yang diinginkannya pada musim liburan akhir tahun.
Saat ditanya dari mana mereka mendapat software bajakan, sebagian besar mengatakan dari keluarga atau teman. Sebanyak 82 persen juga menyebut situs-situs yang biasa menyebarkannya melalui jaringan peer to peer seperti Limewire, BitTorrent atau situs lelang seperti iOffer.com dan eBay.
Spyware
BSA kemudian menanyakan apakah mereka tidak takut software bajakan disusupi program jahat seperti spyware? Sebanyak 43 persen mahasiswa mengatakan mereka berhati-hati sebelum menggunakannya. Sebanyak 31 persen bahkan tidak akan memesan software bajakan dari sumber yang tidak jelas. Namun, 12 persen lainnya mengaku tak peduli dari mana sumber software bajakan tersebut.
Pertanyaan tersebut diajukan untuk mencari tahu seberapa besar kesadaran mahasiswa mengenai ancaman yang mungkin muncul di balik beredarnya software bajakan. BSA dalam survei sebelumnya menunjukkan bahwa sebagian software bajakan dipakai sindikat kriminal untuk menyebarkan spyware yang mencuri data pribadi pengguna komputer seperti kartu kredit dan password.
"Kami hanya ingin memastikan mahasiswa, keluarganya, dan teman-temannya yang berusaha memperoleh software dari sumber tak jelas akan berhenti dan memikirkannya," ujar Rodger Correa, juru bicara BSA. Survei yang akan dilanjutkan dengan edukasi kepada mahasiswa dianggap penting karena mahasiswa merupakan salah satu kelompok masyarakat yang paling banyak memakai produk software dan hardware.
Survei tersebut mungkin hanya gambaran kecil perilaku mahasiswa di sekitar Washington DC saja yang menjadi lokasi pengambilan sampel. bagaimana di Indonesia ya? (WAH)


Kompas.com



Sering merasa bingung membagi waktu antara pekerjaan dan pasangan? Apakah lebih baik memprioritas cinta ketimbang karier? Jangan bingung. Anda bisa memutuskan pilihan dari situasi dilematis ini.  
Ternyata, jika Anda menempatkan cinta sebagai prioritas dalam kehidupan, hal ini bisa menjadi pendukung masa depan Anda, baik dalam kebahagiaan dengan pasangan maupun kesuksesan karier, seperti dikutip dari laman Yourtango.
Apa saja alasan yang membuat Anda perlu mementingkan cinta dibandingkan karier?
1. Kencan tidak akan ganggu karier Anda
Menghabiskan waktu bersama pasangan hanya selama 1-2 jam sehari tidak akan membuat pekerjaan Anda terbengkalai. Bila Anda bisa menemukan pasangan yang benar-benar pengertian, dia juga tidak akan memaksa Anda untuk berkencan di saat Anda sangat sibuk.
Jika pasangan benar-benar peduli, tentu saja dia akan memahami situasi Anda. Misalnya, ketika Anda benar-benar sedang mengerjakan proyek penting di kantor, si dia akan mendukung aktivitas itu.
2. Memiliki seseorang bikin Anda lebih bahagia
Seperti ini gambarannya, Anda sedang bekerja pada sebuah proyek jangka panjang yang sangat menyita banyak waktu dan energi. Anda sangat sibuk. Anda tenggelam dalam depresi. Nah, bayangkan jika Anda punya pasangan yang kemudian datang dan membawakan Anda makanan. Tentunya, hal ini bisa meredakan stres yang Anda alami akibat pekerjaan menumpuk.
3. Perkawinan tidak akan mengalihkan perhatian Anda
Jika suatu perkawinan melibatkan orang kreatif dan sibuk, pasangan suami istri perlu untuk saling mendukung, bukan saling menghalangi satu sama lain. Selain itu, kehadiran anak tidak akan mengganggu karier Anda, justru akan membuat hidup Anda makin berwarna.
4. Kaya atau miskin bukanlah persoalan utama
Cinta bukanlah tentang uang. Ini tentang kebersamaan. Bersyukur bahwa setidaknya Anda sedang bersama-sama dan bekerja dengan saling mendukung.


Bolos?? kayaknya sudah nggak aneh lagi kalau kejadiannya sama mahasiswa-mahasiswi di bangku kuliah. Memang pada dasarnya banyak mahasiswa yang menggunakan hak bolosnya. toh sebagian universitas memberikan kompensasi ketidakhadiran di kelasnya.

Nah, kalau di Kampus aku sendiri di UNSOED Kesmas ada kompensasi kehadiran di kelas 75% dari seluruh kuliah tiap mata kuliah. kalau diitung-itung kira-kira pihak kampus masih memperbolehkan mahasiswanya 3 kali bolos. kalu lebih dari 3 jangan harap deh, bisa ikut Ujian Tengah Semester atau Ujian Akhir Semester. trus bagaimana ya, menurut mahasiswa-mahasiswa sendiri?? nih beberapa kata mereka!!

kuliah itu amanah  dari orang tua, lagian kalo nggak berangkat kuliah nggak dapat uang jajan. aku kan sangune harian. nek ora mangkat kuliah kan ora diwei duit (jw: aku kan uang jajannya harian. kalo nggak berangkat kuliah kan nggak dikasih uang jajan). Tapi alasan yang kedua ini sih, buat alasan yang kesekian paling akhir. aku kan anak rajin!! (Lilis, semester 5)

kalo aku pernah bolos. tapi itupun hanya kalo lagi sakit, pas ada PBL dll. nggak pernah bolos kalo alasannya males! tapi memang sih kalo bener-bener males kuliah biasanya aku mah make kesempatan bolos. kan sama kpihak kampusnya di kasih kesempatan bolos kuliah 3 kali! (Eka, semester 5)

aku tuh ya, bukannya nggak mau bolos, cuman nggak tenang tuh kalo bolos soalnya takut nggak ngerti apa yang disampein ama dosen. apalagi kalo ada kuis tuh! yahh, paling kalo bolos tuh, kalo ada kegiatan - kegiatan penting. (Angga, semester 5) 

haahhhhhhhh... bolos kuliah ya?? nggak usah ditanya! itu mah sering. apalagi kalo kuliah pagi, jam 7 teng! jarang banget kalo kuliah pagi aku berangkat. masih tidur. hehehe... tapi sekarang udah mule rajin, kok. trauma ama IPK yang nggak naik-naik. hehe (Aris, semester 5)


Menggelitik. itu satu hal yang kini ada dalam benak saya. ketika sedang bertemu dengan teman lama disebuah warung kopi sudut kota pagi ini. TITIP ABSEN tiba-tiba menyeruak dalam pembicaraan kami sepanjang di warung kopi tersebut. entah kenapa, kata itu muncul dalam pembicaraan kami yang sebenarnya diawali oleh rasa kangen dan rindu.

TITIP ABSEN adalah sebuah kebiasaan mahasiswa untuk menitipkan tanda tangan atau absen kepada teman bangku kuliahnya yang secara bersamaan masuk di kelas kuliah yang sama. tentu ini banyak mengandung pertautan. harapan dari mahasiswa tersebut adalah, bahwa dia dapat dinyatakan hadir didalam kelas, walaupun raga dia entah sedang berada dimana. ini biasanya dilakukan mana kala menghadapi dosen yang menerapkan kehadiran kuliah sangat ketat. biasanya 75% atau bahkan 100% kehadiran mata kuliah. atau itu menjadikan syarat ujian pada tengah semester atau akhir semester. dan mahasiswa itu tidak ingin kehilangan kesempatan tersebut.
maka “hantu-hantu” TA (titip absen) bergentayangan diseisi ruangan kelas kuliah pada setiap waktunya. kenapa saya katakan hantu, karena mereka secara pengakuan berada di kelas melalui absensi yang diisinya, akan tetapi dia tidak berada di ruangan tersebut. maka keadaan ini menjadikan seisi ruangan kelas “horor” karena banyak hantu bergentayangan.
inilah budaya yang dikatakan oleh Denise Rousseau (1990) sebagai norma perilaku. dimana manusia dihadapkan terhadap nilai dari perilakunya. sehingga layak atau tidak layaknya sebuah perbuatan kini menjadi asumsi lingkungan/masyarakat. menurut Kluckhohn dan Strodtbeck mengasumsikan bahwa manusia memiliki sisi natural sebagai EVIL/iblis. sehingga sangatlah wajar jika manusia terkadang terjebak dalam kerangka iblis.

Kaitannya dengan kebiasaan titip absen, maka bisa dikatakan bahwa norma yang berkembang kini menjadi hal yang lumrah jika kita titip absen kepada teman kuliah kita. sehingga ini menjadikan perilaku keseharian kita yang dapat dimaklumi dan menjadi kebiasaan. bukan rahasia umum jika kuliah masih saja menjadi ajang “pembelajaran” korupsi bagi generasi mudanya. sisi iblis yang muncul ketika melakukan dan merencanakan sebuah kejahatan adalah sebagai sisi yang natural menurut Kluckhohn dan Strodtbeck. sehingga nilai manusia yang ada hilang ditimpa oleh nilai EVIL dalam diri manusia.
jika sudah begini, apakah norma dan kemanusiaan kita patut dipertanyakan?
ataukah kita sudah mulai belajar untuk mendidik diri sendiri dari sekarang juga, bahwa KORUPSI itu sah-sah saja?

jika ini terus berlaku dan tak bisa kita ubah, maka nanti mental kita akan semakin tajam terasah untuk kecil-kecialn korupsi dan kemudian semakin besar saja, entah ketika masih mahasiswa atau sudah bekerja.

Sumber: Bahry, http://sosbud.kompasiana.com/2010/04/16/titip-absenkorupsi/


Haaareee geenee IPK masih rendah? ;) Ok untuk siswa atau mahasiswa yang bermasalah dengan nilai raport dan IPK, sepertinya perlu mengikuti kiat yang selama ini saya lakukan. Kiat yang saya lakukan adalah best practice, terbukti bin manjur bisa meraup dolar eh maksud saya nilai yang memuaskan, sudah saya buktikan sejak saya bersekolah di SMA dan 10 tahun di jurusan computer science di Saitama University.
Kiatnya pasti banyak ya? Oh tidak, justru sangat sedikit, cuman ada dua. Kiatnya pasti nyontek ulangan atau copy paste tugas mandiri? Tidak sama sekali. Kiat saya halal dan toyib, jauh dari unsur kemaksiatan dan perbuatan tidak terpuji lain. Tertarik? Ikuti terus artikel ini.
Nah kiat mendapatkan nilai raport dan IPK tinggi itu hanya ada dua:
1.
Kejar nilai untuk mata pelajaran atau mata kuliah yang secara umum tidak terlalu disenangi siswa/mahasiswa. Apa itu? Oh banyak, contohnya geografi, agama, kesenian, dsb atau untuk yang kuliah di jurusan computing, ada fisika dasar, teknik kompilasi, automaton/formal language, dsb. Lakukan survey kecil-kecilan ke temen seangkatan atau kakak angkatan, saya yakin banyak sekali mata kuliah yang tidak digemari mahasiswa. Intinya di mata kuliah yang diemohi mahasiswa itu, mereka biasanya down nilainya. Nah ini dia kesempatan kita, di saat nilai mereka “pasti rendah”, kita berdjoeang untuk nilai “pasti tinggi” … hehehe. Nah hasil dari tahap satu yaitu kalau ada IPK khusus untuk “mata kuliah tidak populer” kita pasti nomor satu :)
2.
Sudah mantab dengan langkah satu? Langkah dua adalah jangan berhenti, lanjutkan mengejar nilai untuk mata pelajaran atau mata kuliah yang secara umum disenangi siswa/mahasiswa … hehehe. Belajar keras, kerjakan semua tugas, kalau perlu kejar terus dosen kalau ada yang masih nggak ngerti di mata kuliah “populer” itu. Kalaupun kita tidak bisa mendapatkan nilai sempurna alias sedang-sedang saja ya nggak apa-apa, asal sudah berusaha. Yang pasti karena IPK adalah nilai kumulatif dari mata kuliah “tidak populer” dan “populer”, total nilai kita akan tetap tinggi tho. Lha kan kita sudah jadi the first rank untuk mata kuliah “tidak populer” … hihihi.
Akhir semester silakan dilihat nilai IPK atau raportnya, saya yakin nilai anda akan meningkat. Kalau masih belum naik, lanjutkan tahap 1 dan 2 di semester berikutnya. Kalaupun sampai akhir kuliah tidak naik-naik juga, ya apa boleh buat, memang level kekuatan anda seperti itu. Mungkin anda kurang berdoa, kurang sholat malam atau kurang puasa senin-kamis, sehingga ridha dan “lucky” dari yang Diatas tidak menyertai anda. Tapi jangan khawatir, IPK bukan segalanya, masih banyak cara lain dan perlu juga dicatat banyak orang sukses yang IPKnya hancur kok. Untuk yang sudah ber-IPK bagus, jangan cepat puas apalagi sombong dan takabur, karena faktor-faktor itulah yang membuat orang seperti anda tidak sukses ketika masuk ke dunia kerja.
Terakhir, sekali lagi, IPK nggak penting karena hanya masalah dasar saja. Makanya, kalau IPK yang dasar saja sudah jatuh duluan, gimana yang lain … hehehe


Nah berikut ini adalah beberapa Tips untuk mahasiswa (khususnya Jogja & Solo dalam hal ini He..he..he...) untuk mengatasi persoalan biaya hidup tanpa menjual idealisme Sampeyan. Kiblatnya Mbah Karl Marx ya tetap Marxis, Kiblatnya Marhaens ya tetap Marhaenis, Kiblatnya Pancasila ya tetap Pancasilais, yang Kiblatnya Islam tambah zuhud. Ya udah jangan lama-lama, kita mulai saja beberapa langkah berikut ini:


1. Makanlah di Warung Angkringan (biasa disebut warung koboi atau di Solo tenar dengan nama Warung Hik)

Makan di warung seperti harga makanan sangat murah. Asal diri kita bisa mengontrol makan bisa irit. Resep nasi kucing, beberapa gorengan, dan segelas minuman plus sebatang rokok (bagi yang merokok) tidak lebih dari Rp 5000,- sekali makan. Jaman saya dulu malah kurang dari Rp 3000,- weleh2x murah banget to? selain murah warung seperti ini sangat kekeluargaan. Sampai-sampai kita bisa buka rekening, eiit bukan rekening Bank atau semacamnya, melainkan Buku Putih tak berdosa yang berisi daftar hutang kita selama 1 bulan. Enak kan? tentu saja harus kompromi dengan pemilik Warung yang biasanya ada mangkal di kampung-kampung (dimana banyak mahasiswa kos disitu) atau di dekat-dekat kampus. Kalau langganan saya, Warung Angkringan Kang Mardi pas mepet Fakultas Kehutanan UGM. Silahkan mencoba, masakannya uenak karena nasi piringan sekarang. Tetap murah meriah, tapi jangan hutang selain belum kenal, biasanya yang ditunjuk menjadi debt collector-nya saya, lha jadi nggak enak ya to? Nah sebelum dilanjutkan mohon bisa memberi penghasilan pada saya dengan melakukan klik pada iklan-iklan yang ada di blog ini. Oke, dilanjuttttt

2. Minumlah Teh Manis Hangat (atau apa saja yang penting hangat) dan jangan Es Teh atau yang lain.

Minum yang hangat-hangat akan membuat perut terasa lebih kenyang meskipun makan kita sedikit (:-p) ingat juga makan harus pelan. Kita sisipkan teh hangat itu di tengah-tengah kita makan. Pastilah perut kita mengembang dan terasa lebih kenyang.


3. Banyak-banyaklah ikut kegiatan di kampus atau di kampung tampat kos kalian atau bisa juga menjadi voulenteer beberapa LSM yang ada di kota kalian.


Bukan saya menyuruh sibuk dengan menjadi aktivis atau yang lain. Hal ini saya sarankan karena dengan banyak ikut kegiatan, kalian akan mendapat jatah makan hasil rapat, konsumsi panitia, dll. Itulah yang akan mengurangi uang jajan kalian semua. Apalagi yang lagi bokek banget silahkan cari kegiatan yang cocok dan ikutlah di dalamnya demi sesuap nasi. Termasuk acara kenduri di kampung, Yaasinan, dll. Saya bahkan menjadi tim utama Tahlilan kampung tempat kos saya yang home range-nya mulai sepanjang Jl. Kaliurang dan kampung-kampung sekitarnya. Sampai berpikir, "Wah hari ini siapa ya yang mati eh meninggal." Tiap ada satu kematian, maka akan ada tahlilan selama 3 hari berturut-turut, kemudian 7 harinya, 40 harinya, dan pendak (tiap tahunnya). Kala itu tarifnya satu kresek besar berisi "cething plastik" full nasi lauk pauk, sebungkus Gudang Garam dan uang Rp. 50.000,- weleh...weleh....

4. Perbanyak silaturahmi.

Ini tips dari seorang generasi tua, nah kalau tips di atas hubungannya sama orang mati kalau yang ini justru erat kaitannya dengan kelangsungan hidup. Orang bijak bilang dan agama juga mengajarkan bahwa silaturahmi itu mempermudah datangnya rejeki dan memperpanjang usia. Memang benar adanya, apalagi untuk mahasiswa yang kelaparan. Saya sudah membuktikannya sendiri He...he..he... Sering-seringlah main ke tempat teman anda yang kebetulan asli kota tempat anda belajar. Tips ini memang sedikit norak tapi sangat manjur untuk mendapatkan sesuap nasi. Tapi jika tidak ditawari, tinggal jujur saya, “Aku luwe Dab! Ana sego po ra?” (Aku lapar Friend? Ada Nasi nggak?-red) beres kan? Hue...he...he..he…

sumber: http://gudangtutorial.blogspot.com/2009/08/tips-mahasiswa-untuk-siasati-biaya.html 



Menyelesaikan kuliah tepat waktu jadi kunci biar nggak tengsin sama junior dan teman seangkatan. Hampir benar! Tapi jangan sampai kita membiarkan nilai (nyaris) anjlok “bertengger” di lembar IPK atau menyia-nyiakan peluang buat aktif di salah satu organisasi kampus, dong- karena yang dipikirin Cuma lulus, lulus, dan lulus saja.
Supaya nggak Cuma jadi sarjana bermutu standar, berikut beberapa tip yang dapat dilakukan:
  1. LEBIH CEPAT LEBIH BAIK
    Taget empat tahun lulus, masih bisa ditawar, kok (baca: dipercepat) karena sisa waktu di depannya bisa kita pakai untuk hal lain seperti cari kerja. Untuk itu, jangan lewatkan kesempatan untuk ikut semester pendek (SP) supaya bisa menyingkat masa kuliah. Walaupun waktu libur berkurang – plus iri dengan teman-teman lain – tapi percaya, deh, pada akhirnya kita yang akan bikin mereka iri karena lulus lebih dulu.
  2. EKSIS ABIS...
    Rutinitas kita hanya ke kampus dan langsung pulang? Duh, sayang banget! Kita kudu menunjukkan eksistensi di luar kelas atau kampus, dong – supaya nggak jadi ‘jagoan kandang’ saja. Pilih Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau organisasi di luar kampus. Tapi batasi paling banyak tiga kegiatan, supaya nggak menggangu kuliah – nggak mau kan, prestasi organisasi lebih bagus daripada akademis! Sst.... selain dapat peluang dapat teman dan pengalaman baru, juga makin memperkaya CV kita.
  3. PERBAIKI, DONG!
    Kuncinya: jangan cepat puas! Ambil semua kesempatan mendongkrak nilai. Apalagi kalu ada mata kuliah tertentu yang benar-benar nggak kita kuasai alias mentok, optimalkan nilai mata kuliah lainnya, supaya IPK akhir tetap oke. Kalau nggak ada ujian perbaikan nilai, lebih baik ajukan tugas tambahan atau tes lain sebagai gantinya ke dosen.
  4. NGGAK CUKUP SEKALI
    Nggak perlu nunggu sampai semester akhir buat magang. Kalau semester berikutnya nggak terlalu padat, lebih baik langsung cari tempat magang, deh. Dan, jangan hanya magang satu kali sesuai syarat elulusan dari kampus, tapi magang di beberapa tempat – asalkan waktunya tersedia. Kalau pengalaman magang sudah lumayan, bisa, kok, pede mencari kerja. Iar aman jadi freelancer dulu.
  5. TAMBAH SKILL
    Jadwal SP lagi nggak ada dan sebentar lagi libur panjang? Nah, saatnya kursus singkat sesuai hobi kita – fotografi, tata rias, komputer dan masih banyak lagi. Sudah aktif, pengalaman kerja dan organisasi oke, punya keahlian khusus pula. Hmm... perusahaan mana yang nggak melirik sarjana bermutu tinggi??

Sumber: CITACINTA